Kamis, 15 Maret 2012

FAKTA

Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Indonesia

Tingkat pengetahuan remaja di Indonesia tentang kesehatan
reproduksi masih rendah, khususnya dalam hal cara-cara melindungi
diri terhadap risiko kesehatan reproduksi, seperti pencegahan KTD,
IMS, dan HIV dan AIDS. Hasil Survei Kesehatan Reproduksi Remaja
(SKRRI) tahun 2002-03 yang dilakukan oleh BPS memperlihatkan
bahwa tingkat pengetahuan dasar penduduk usia 15-24 tahun tentang
ciri-ciri pubertas sudah cukup baik, namun dalam hal pengetahuan
tentang masa subur, risiko kehamilan, dan anemia relatif masih
rendah.

Demikian pula pengetahuan remaja tentang IMS dan HIV dan AIDS masih
sangat rendah. Gencarnya informasi tentang HIV dan AIDS selama ini
nampaknya belum mampu meningkatkan pengetahuan remaja secara
signifikan tentang penyakit tersebut, apalagi sampai dengan perubahan
perilaku. Apa yang telah banyak dilakukan selama ini nampaknya baru
kesadaran di kalangan remaja bahwa fenomena HIV dan AIDS ada di
sekitar mereka. Masih sangat sedikit remaja yang memiliki pengetahuan
yang benar tentang seluk beluk HIV dan AIDS. Kondisi yang sama juga
berlaku untuk IMS.

Selanjutnya Survei yang pernah dilakukan oleh Lembaga Demografi-Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia pada tahun 1999 dan 2003 membuktikan bahwa
pemberian informasi seksualitas tidak terbukti mendorong remaja
mencoba atau menjadi aktif untuk melakukan hubungan seks. Pemberian
informasi atau pelatihan yang benar tidak mengajarkan remaja melakukan
hubungan seks atau berperilaku seksual aktif. Penelitian ini mempunyai
temuan yang sama dengan beberapa survei di berbagai negara.(Sumber Rujukan BKKBN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMBANGUNAN DAN ADMINISTRASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam menelaah Administrasi Pembangunan dibedakan adanya dua pengertian, yaitu ...